| |
 |
 |
 |
| Halaman Depan |
 |
| Profil Sekolah |
 |
| Akademik |
 |
| Program Unggulan |
 |
| Prestasi |
 |
| Berita |
 |
| Artikel |
 |
| Forum Diskusi |
 |
| Kesiswaan |
 |
| P.O.M.G |
 |
| Galeri Foto |
 |
| Alumni |
 |
| Kontak Info |
 |
| Download |
 |
| Webmail |
 |
| Guest Book |
|
|
 |
24 Maret 2010 06:45 WIB
SMA Gratis Belum Bisa Diterapkan
Wacana
untuk menerapkan sekolah gratis tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)
pada tahun 2010 nampaknya sulit terealisasi. Sebab, Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta akan lebih fokus meningkatkan kualitas pendidikan SMA
ketimbang kuantitasnya. Sehingga tingkat kelulusan siswa SMA di DKI
Jakarta semakin baik dan mampu menembus ujian masuk perguruan tinggi
negeri di Indonesia.
"Saya akan konsentrasi memperbaiki kualitas pendidikan 9 tahun
dulu. Karena kondisi kegiatan pendidikan di Jakarta berbeda dengan
daerah lain. Jakarta tidak mencari kuantitas, tetapi mencari kualitas,”
kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Kamis (10/9).
Kualitas tinggi itu terbukti dengan tingkat kelulusan siswa sekolah
baik SD, SMP dan SMA di Jakarta hampir mencapai 100 persen. Tidak hanya
itu, terdapat prosentasi cukup tinggi siswa SMA yang diterima di
perguruan tinggi negeri di Jakarta maupun di provinsi lain. "Tingkat
kelulusan sekolah di Jakarta juga sangat tinggi. Jadi itu yang harus
kita kejar. Bukan gratisan, tetapi kualitasnya,” tegas Bang Fauzi.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto,
mengatakan, wacana untuk menerapkan sekolah gratis untuk tingkat SMA
sejatinya usulan yang bagus. Namun, dalam penerapannya harus
mempertimbangkan berbagai aspek terkait, salah satunya soal anggaran.
Apalagi, kebutuhan pendidikan tingkat SMA umumnya lebih besar daripada
biaya pendidikan tingkat SD dan SMP.
"Kami masih mengkaji sesuai dengan target kami merintis wajib
belajar 12 tahun. Namun hal itu harus diperhitungkan secara matang dan
dikaitkan dengan kemampuan keuangan. Fokus kami sudah memenuhi
kewajiban UU yang menyebutkan tentang wajib belajar 9 tahun," kata
Taufik Yudhi Mulyanto.
Meski belum bisa memberlakukan SMA gratis, namun Pemprov DKI telah
mengalokasikan anggaran 22 persen dari total APBD DKI, yaitu dalam
bentuk BOP untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Seperti diketahui, wacana ini muncul dari Wakil Ketua Sementara
DPRD DKI, Triwisaksana. Ia mengatakan, DPRD DKI akan mengusulkan agar
biaya pendidikan sekolah tingkat SMA di Jakarta digratiskan mulai tahun
depan. Tujuannya agar memberikan peluang belajar yang sama pada warga
di Jakarta terutama pada warga yang tidak mampu.(beritajakarta)
|
| |
| Artikel Lainnya. |
| |
 |
08 Desember 2009 06:42 WIB Tahukah anda Siapa penemu angka Nol |
| |
 |
25 November 2009 08:21 WIB GURUKU ... |
| |
|
|
 |
|